Home / Saham Blue Chip
Tampilkan postingan dengan label Saham Blue Chip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham Blue Chip. Tampilkan semua postingan
Di dalam trading saham, ada banyak sekali pilihan saham yang bisa anda beli. Mulai dari saham-saham yang likuid, sampai saham yang paling tidak likuid semuanya bisa menjadi opsi trading anda.
Salah satu jenis saham yang cukup terkenal adalah SAHAM BLUE CHIP. Saham blue chip merupakan saham perusahaan yang punya kinerja bagus dan mapan di sektornya, serta harga sahamnya sangat likuid. Baca juga: Daftar Saham Blue Chip di Indonesia.
Karena saham blue chip adalah saham yang likuid (banyak peminat) dan kinerja perusahaan bagus, banyak yang menyarankan agar saham blue chip sebaiknya diinvestasikan jangka panjang, ketimbang digunakan untuk trading jangka pendek.
Saya pribadi juga sering mendengar pendapat2 bahwa saham blue chip justru tidak enak digunakan untuk trading karena pergerakan saham blue chip cukup lambat (semakin likuid suatu saham, pergerakan naik-turunnya akan semakin lama).
Apakah benar saham blue chip adalah saham yang kurang memberikan profit maksimal untuk trading? Apakah trading saham sebaiknya dilakukan dengan cara mencari saham2 non blue chip?
Berdasarkan pengalaman saya pribadi, saham blue chip justru adalah saham yang sangat bagus untuk trading. Walaupun fluktuatifnya tidak secepat saham2 gorengan, tetapi kelebihan saham blue chip untuk trading adalah:
- Risikonya kecil (fluktuatifnya tidak terlalu tinggi)
- Lebih mudah dianalisa pergerakannya
- Return yang stabil
- Memberikan rasa psikologis yang lebih baik
Itulah kelebihan saham2 blue chip. Para trader pemula saya sarankan untuk selalu memiliki saham-saham blue chip di portofolionya. Justru dengan membeli saham blue chip, anda bisa belajar lebih banyak tentang menganalisa chart, support-resisten, analisa tren dan lain2.
Pelajari juga strategi2 analisis teknikal disini: Ebook Trading Saham Full Praktik Trading.
Di satu sisi, fluktuatif saham blue chip tidak 'seburuk' yang anda bayangkan. Banyak saham blue chip juga memiliki fluktuatif yang cukup baik, yang bisa anda manfaatkan untuk meraih profit, baik profit harian, profit mingguan (swing trading) hingga bulanan. Pelajari juga cara mendapatkan profit dari trading harian disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham.
| Saham BBRI |
Contohnya adalah chart BBRI diatas. Anda bisa perhatikan bahwa BBRI memiliki fluktuatif harga yang bagus (tidak sideways dalam waktu lama), di mana banyak titik harga yang bisa dijadikan sebagai acuan support (lingkaran) dan resisten (persegi) untuk memperoleh profit baik dari trading harian ataupun mingguan.
Kemudian anda bertanya: "Tapi kan Pak Heze, saham2 blue chip biasanya bisa naik jangka panjang. Kenapa nggak diinvestasikan saja?"
Itu semua kembali lagi pada preferensi anda masing2. Seperti yang sudah sering saya ulas di web Saham Gain, saya sering menuliskan bahwa setiap orang memiliki tujuan yang berbeda-beda.
Ada yang ingin dapat untung jangka pendek. Ada yang ingin mendapatkan profit jangka panjang. Kalau tujuan anda untuk mendapatkan profit jangka pendek, maka trading saham adalah strategi yang cocok. Namun jika anda ingin dapat profit jangka panjang, silahkan menginvestasikan saham2 blue chip anda.
Kesimpulannya, saham blue chip adalah saham yang bagus untuk ditradingkan jangka pendek, tidak hanya cocok untuk investasi.
Anggapan2 yang mengatakan bahwa saham blue chip kurang cocok untuk trading (karena naik-turunnya lembat) menurut saya pribadi kurang tepat, karena banyak saham blue chip yang memiliki fluktuatif harga yang bagus.
Di dalam trading, target kita tidaklah mencari untung sebesar mungkin dengan membeli saham2 yang berisiko tinggi. Namun mencari saham2 yang pergerakannya bagus itu juga sangat penting.
Namun dalam membeli saham, apapun jenis sahamnya, harus dilakukan dengan dasar analisa. Kalau anda trading, gunakanlah analisa teknikal. Walaupun saham blue chip punya pergerakan yang bagus dan polanya teratur, tetapi anda harus memperhatikan momentum yang tepat untuk membeli saham2 blue chip.
Ada banyak strategi bagus untuk membeli saham di harga yang tepat. Anda juga bisa mendapatkan strategi2nya disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah dan Analisis Teknikal untuk Profit Maksimal.
Saham-saham blue chip adalah pilihan saham yang bisa anda tradingkan maupun investasikan. Anda bisa lihat contoh saham2 blue chip disini: Daftar Saham Blue Chip di Indonesia.
Namun sekalipun saham blue chip memiliki predikat kinerja yang cemerlang, dan likuiditas sahamnya baik, anda tidak disarankan untuk membeli saham blue chip secara asal-asalan.
Banyak rekan-rekan trader maupun investor yang justru nyangkut akibat membeli saham blue chip, karena strategi yang diterapkan tidak tepat. Apapun saham yang anda beli, anda harus melakukan analisa-analisa, dan memperhatikan momentum yang tepat agar profit anda lebih maksimal.
Buat teman-teman yang ingin memilih saham-saham blue chip, maka anda harus menggunakan strategi berdasarkan tujuan / time frame anda: Apakah anda bertujuan trading jangka pendek atau investasi jangka panjang?
Namun sekalipun saham blue chip memiliki predikat kinerja yang cemerlang, dan likuiditas sahamnya baik, anda tidak disarankan untuk membeli saham blue chip secara asal-asalan.
Banyak rekan-rekan trader maupun investor yang justru nyangkut akibat membeli saham blue chip, karena strategi yang diterapkan tidak tepat. Apapun saham yang anda beli, anda harus melakukan analisa-analisa, dan memperhatikan momentum yang tepat agar profit anda lebih maksimal.
Buat teman-teman yang ingin memilih saham-saham blue chip, maka anda harus menggunakan strategi berdasarkan tujuan / time frame anda: Apakah anda bertujuan trading jangka pendek atau investasi jangka panjang?
MEMILIH SAHAM BLUE CHIP UNTUK TRADING
Jika tujuan anda adalah untuk trading jangka pendek, maka gunakan analisis teknikal. Carilah saham-saham blue chip yang: Harganya sedang koreksi, sahamnya sedang diskon, punya potensi breakout dan punya peluang naik dalam jangka pendek.
Semua itu bisa anda pelajari dalam analisa teknikal (melihat titik2 support-resisten dan kombinasi indikator). Pelajari juga: Analisis Teknikal untuk Profit Maksimal.
Jadi untuk trading saham, tidak ada perbedaan analisis antara memilih saham blue chip dan saham2 non blue chip: Semua harus dilakukan menggunakan analisis teknikal, yaitu analisa teknikal yang umum seperti support-resisten, indikator, chart pattern.
Jika tujuan anda adalah untuk trading jangka pendek, maka gunakan analisis teknikal. Carilah saham-saham blue chip yang: Harganya sedang koreksi, sahamnya sedang diskon, punya potensi breakout dan punya peluang naik dalam jangka pendek.
Semua itu bisa anda pelajari dalam analisa teknikal (melihat titik2 support-resisten dan kombinasi indikator). Pelajari juga: Analisis Teknikal untuk Profit Maksimal.
Jadi untuk trading saham, tidak ada perbedaan analisis antara memilih saham blue chip dan saham2 non blue chip: Semua harus dilakukan menggunakan analisis teknikal, yaitu analisa teknikal yang umum seperti support-resisten, indikator, chart pattern.
Di pos ini: 7 Analisis Teknikal untuk Trading Saham, saya juga sudah menjelaskan analisis2 teknikal apa saja yang perlu anda pelajari dan pahami agar bisa memilih saham2 yang layak trading.
Intinya, jangan sampai anda membeli saham blue chip hanya karena sahamnya terkenal, produknya banyak ditemukan di pasar.
Kalau tujuan anda trading, hendaknya anda lebih fokus ke analisis teknikal, dan jangan asal membeli saham tanpa mengetahui potensi chartnya. Sebab jika momentumnya tidak tepat, maka saham-saham blue chip pun bisa turun banyak. Tidak ada saham yang kebal koreksi.
MEMILIH SAHAM BLUE CHIP UNTUK INVESTASI
Jika tujuan anda adalah untuk investasi jangka panjang, maka anda harus melakukan analisis fundamental, untuk mencari saham2 blue chip yang layak diinvestasikan.
Anda bisa pelajari analisis fundamental full praktik disini: Ebook Analisis Fundamental Saham Pemula - Expert. Untuk investasi, anda bisa melakukan beberapa analisa saham blue chip berikut:
1. Pilih saham blue chip yang stabil atau tidak sedang lesu sektornya
Ingat bahwa hampir di setiap sektor usaha, pasti ada saham blue chipnya. Masalahnya seringkali kita memasuki masa-masa di mana ada sektor usaha tertentu yang sedang lesu. Jadi jangan sama ratakan saham blue chip adalah saham yang pasti naik di momen yang sama.
Misalnya, sektor pertambangan batu bara atau sektor perkebunan kelapa sawit (CPO) yang sektor usahnya cukup sering bergejolak, karena produk2nya berbasis komoditas. Kalau sektor usaha sedang lesu, justru saham2 blue chip di sektor tersebut yang akan terdampak paling besar.
Sebagai contoh seperti saham blue chip tambang PTBA diatas, di mana PTBA turun cukup signifikan selama 1 tahun lebih dari harga tertinggi di 4.400 ke harga 2.200, karena saat itu sektor tambang sedang lesu.
Jadi, untuk investasi saham, pilihlah saham2 blue chip yang sektor usahanya sedang tidak bergejolak. Pilihlah saham2 yang harganya cenderung lebih stabil (misalnya seperti saham2 blue chip consumer goods).
Karena kalau anda asal membeli saham blue chip, dan sektornya kebetulan sedang lesu / jelek, nilai investasi anda justru akan turun dalam jangka panjang (walaupun pasti ada kemungkinan saham2 tersebut bisa balik naik lagi).
2. Membeli blue chip secara bertahap
Dalam memilih saham blue chip, anda hendaknya membeli secara bertahap, perhatikan momentum, perhatikan apakah sektor tersebut sedang booming.
Jangan menghabiskan semua modal anda dengan membeli saham blue chip. Walaupun perusahaannya bagus, namun anda harus tetap memiliki manajemen modal yang baik.
Manajemen modal seperti ini termasuk dalam salah satu strategi nabung saham. Tujuannya, supaya anda bisa mendapatkan saham di harga yang bagus. Anda bisa pelajari strategi2 manajemen modal nabung saham disini: Nabung Saham, Kok Tambah Rugi?
3. Opsi: Mencari saham blue chip undervalue
Opsi lainnya, pilihlah saham blue chip yang sedang undervalue. Nah, memilih saham blue chip justru menjadi tantangan tersendiri untuk anda, karena kita lebih jarang menemukan saham blue chip yang sedang undervalue.
Rata2 saham blue chip secara valuasi (PER dan PBV), biasanya cenderung agak lebih tinggi dibandingkan perusahaan di sektor sejenisnya. Akan tetapi, tentu saja tetap ada momen-momen di mana saham blue chip harganya mulai undervalue.
Misalnya, setelah IHSG koreksi tajam selama beberapa bulan, biasanya mulai banyak saham blue chip yang undervalue. Atau ketika suatu sektor saham sedang lesu dan harga sahamnya sudah turun cukup banyak (contoh di poin pertama), maka disitulah anda akan menemukan saham2 blue chip yang sedang undervalue, sehingga anda bisa mendapatkan multi bagger profit dari saham2 investasi anda.
Anda yang merupakan tipikal investor pencari saham2 berfundamental murah, anda bisa mencoba mengamati, menganalisa dan mengevaluasi rasio2 PER atau PBV saham2 blue chip dibandingkan satu sektornya.
Apabila sudah ada saham2 blue chip pilihan anda yang undervalue, kondisi IHSG sudah mulai pulih, anda bisa membelinya secara bertahap (baca poin dua tentang membeli saham bertahap).
Jadi untuk rekan-rekan bertanya: Gimana sih cara memilih saham blue chip? Maka jawabannya tergantung dari tujuan anda: Anda mau trading atau investasi?
Jika tujuan anda berbeda, maka analisa yang digunakan juga berbeda. Kalau anda salah menganalisa, maka meskipun anda membeli saham blue chip, anda bisa mengalami floating loss yang besar.
Intinya, jangan sampai anda membeli saham blue chip hanya karena sahamnya terkenal, produknya banyak ditemukan di pasar.
Kalau tujuan anda trading, hendaknya anda lebih fokus ke analisis teknikal, dan jangan asal membeli saham tanpa mengetahui potensi chartnya. Sebab jika momentumnya tidak tepat, maka saham-saham blue chip pun bisa turun banyak. Tidak ada saham yang kebal koreksi.
MEMILIH SAHAM BLUE CHIP UNTUK INVESTASI
Jika tujuan anda adalah untuk investasi jangka panjang, maka anda harus melakukan analisis fundamental, untuk mencari saham2 blue chip yang layak diinvestasikan.
Anda bisa pelajari analisis fundamental full praktik disini: Ebook Analisis Fundamental Saham Pemula - Expert. Untuk investasi, anda bisa melakukan beberapa analisa saham blue chip berikut:
1. Pilih saham blue chip yang stabil atau tidak sedang lesu sektornya
Ingat bahwa hampir di setiap sektor usaha, pasti ada saham blue chipnya. Masalahnya seringkali kita memasuki masa-masa di mana ada sektor usaha tertentu yang sedang lesu. Jadi jangan sama ratakan saham blue chip adalah saham yang pasti naik di momen yang sama.
Misalnya, sektor pertambangan batu bara atau sektor perkebunan kelapa sawit (CPO) yang sektor usahnya cukup sering bergejolak, karena produk2nya berbasis komoditas. Kalau sektor usaha sedang lesu, justru saham2 blue chip di sektor tersebut yang akan terdampak paling besar.
![]() |
| Saham PTBA |
Jadi, untuk investasi saham, pilihlah saham2 blue chip yang sektor usahanya sedang tidak bergejolak. Pilihlah saham2 yang harganya cenderung lebih stabil (misalnya seperti saham2 blue chip consumer goods).
Karena kalau anda asal membeli saham blue chip, dan sektornya kebetulan sedang lesu / jelek, nilai investasi anda justru akan turun dalam jangka panjang (walaupun pasti ada kemungkinan saham2 tersebut bisa balik naik lagi).
2. Membeli blue chip secara bertahap
Dalam memilih saham blue chip, anda hendaknya membeli secara bertahap, perhatikan momentum, perhatikan apakah sektor tersebut sedang booming.
Jangan menghabiskan semua modal anda dengan membeli saham blue chip. Walaupun perusahaannya bagus, namun anda harus tetap memiliki manajemen modal yang baik.
Manajemen modal seperti ini termasuk dalam salah satu strategi nabung saham. Tujuannya, supaya anda bisa mendapatkan saham di harga yang bagus. Anda bisa pelajari strategi2 manajemen modal nabung saham disini: Nabung Saham, Kok Tambah Rugi?
3. Opsi: Mencari saham blue chip undervalue
Opsi lainnya, pilihlah saham blue chip yang sedang undervalue. Nah, memilih saham blue chip justru menjadi tantangan tersendiri untuk anda, karena kita lebih jarang menemukan saham blue chip yang sedang undervalue.
Rata2 saham blue chip secara valuasi (PER dan PBV), biasanya cenderung agak lebih tinggi dibandingkan perusahaan di sektor sejenisnya. Akan tetapi, tentu saja tetap ada momen-momen di mana saham blue chip harganya mulai undervalue.
Misalnya, setelah IHSG koreksi tajam selama beberapa bulan, biasanya mulai banyak saham blue chip yang undervalue. Atau ketika suatu sektor saham sedang lesu dan harga sahamnya sudah turun cukup banyak (contoh di poin pertama), maka disitulah anda akan menemukan saham2 blue chip yang sedang undervalue, sehingga anda bisa mendapatkan multi bagger profit dari saham2 investasi anda.
Anda yang merupakan tipikal investor pencari saham2 berfundamental murah, anda bisa mencoba mengamati, menganalisa dan mengevaluasi rasio2 PER atau PBV saham2 blue chip dibandingkan satu sektornya.
Apabila sudah ada saham2 blue chip pilihan anda yang undervalue, kondisi IHSG sudah mulai pulih, anda bisa membelinya secara bertahap (baca poin dua tentang membeli saham bertahap).
Jadi untuk rekan-rekan bertanya: Gimana sih cara memilih saham blue chip? Maka jawabannya tergantung dari tujuan anda: Anda mau trading atau investasi?
Jika tujuan anda berbeda, maka analisa yang digunakan juga berbeda. Kalau anda salah menganalisa, maka meskipun anda membeli saham blue chip, anda bisa mengalami floating loss yang besar.
Sebagian trader saham yang ingin membeli saham yang aman untuk trading, trader biasanya akan cenderung untuk memilih saham blue chip. Adanya angapan bahwa saham blue chip cenderung aman, akhirnya banyak mindset yang salah tentang saham blue chip.
Banyak trader menganggap kalau beli saham blue chip pasti aman, dan terhindar dari rugi seperti pada saham gorengan. Perlu anda ketahui, saham blue chip memang risikonya kecil. Tetapi tetap saja risikonya ada.
Harga saham selalu bergerak fluktuatif (naik-turun). Besar kecilnya fluktuatif dipengaruhi oleh psikologis market, analisa teknikal, dan kondisi market.
Sehingga, kalau anda membeli saham blue chip tanpa melakukan analisa (karena anda beranggapan blue chip pasti aman), maka anda pun akan terkena risiko nyangkut yang lebih besar.
Faktanya, dalam kondisi market yang lagi lesu, banyak juga saham blue chip yang harganya turun terus. Atau ketika saham-saham blue chip terdapat berita laba turun pada laporan keuangan kuartalan / tahunannya, maka saham blue chip harganya biasanya juga ikut turun drastis.
![]() |
| Saham UNVR |
Contohnya seperti saham UNVR diatas (tanda persegi). Saat itu UNVR mengumumkan penurunan laba bersih, dan akhirnya diikuti dengan harga saham yang turun drastis saat itu. Ditambah lagi, UNVR saat itu sebelumnya sudah naik tinggi dan sulit untuk breakout.
Jadi kalau anda membeli UNVR saat di harga puncaknya tersebut, maka siap-siap saham UNVR anda koreksi drastis.
Memang pada umumnya, saham blue chip yang turun, harganya lebih mudah balik naik, dan tren harganya juga lebih pasti dalam jangka menengah - panjang, dibandingkan kalau anda beli saham gorengan. Banyak saham gorengan yang setelah turun, ditinggal bandar sehingga harganya seolah sudah nggak bakalan naik lagi.
Namun kalau anda ingin mendapatkan untung di saham, maka tentu saja anda harus melakukan analisa yang benar sebelum memutuskan untuk membeli saham, apapun jenis saham yang anda beli. Sehingga, anda bisa mendapatkan profit yang lebih maksimal.
Jangan termakan dengan stigma saham blue chip adalah saham yang aman, sehingga anda membeli saham blue chip tanpa pertimbangan, dengan pendapat bahwa beli blue chip pasti untung.
Jangan termakan dengan stigma saham blue chip adalah saham yang aman, sehingga anda membeli saham blue chip tanpa pertimbangan, dengan pendapat bahwa beli blue chip pasti untung.
Saham blue chip merupakan saham2 yang dikenal memiliki kinerja fundamental yang baik, dan rajin membagikan dividen yang besar. Oleh karena itu, para pebisnis saham menganggap saham2 blue chip sebagai saham yang layak dijadikan tempat investasi.
Anda bisa baca-baca pos saya sebelumnya mengenai saham blue chip disini: Saham Blue Chip vs Saham Non Blue Chip dan Apa itu Saham Blue Chip?
Saya sering mendengar para pebisnis saham yang mengatakan bahwa saham blue chip itu bagus untuk investasi karena harga sahamnya terus naik dalam jangka panjang, dan dividennya juga besar.
Banyak yang mengatakan bahwa saham2 blue chip kurang cocok buat trading soalnya saham blue chip itu geraknya lama, kenaikannya nggak secepat saham2 lainnya.
Dulu saya juga punya pikiran yang sama. Tapi setelah mempraktikan analisa2 trading, saya bisa menyimpulkan bahwa saham blue chip adalah saham yang bagus dan cocok untuk trading, bukan hanya investasi.
Memang harus saya akui, kenaikan saham2 blue chip dalam jangka pendek tidak terlalu tinggi. Jadi katakanlah saat itu market lagi bagus2nya. Seringkali terjadi saham2 blue chip seperti BBRI, ASII naiknya "cuma" 4-5% waktu itu, namun banyak saham lain yang bisa naik diatas 7%.
Itu artinya, kalau kita buat perbandingan antara saham2 blue chip dan saham2 non blue chip, kenaikan saham blue chip tergolong lebih lama.
Tapi sekali lagi ingatlah, bukan berarti saham2 blue chip tidak cocok buat trading hanya karena kenaikannya tidak secepat beberapa saham lainnya.
Apalagi saham blue chip ini biasanya memiliki pola naik / rebound yang lebih smooth. Misalnya saham ASII hari ini "hanya" naik 1%. Namun kenaikan saham2 blue chip ini lebih bertahan lama dan stabil.
Sedangkan banyak saham yang hari ini naiknya bisa sampai 10%, tapi besoknya langsung turun drastis.
Sehingga, anda tetap bisa mendapatkan return yang maksimal. Saham2 blue chip untuk trading juga memiliki beberapa kelebihan:
- Saham blue chip bisa rebound cepat setelah turun tajam
Saham blue chip merupakan saham yang banyak ditradingkan, maka dari itu, saham2 blue chip umumnya lebih mudah rebound alias "recovery" setelah sahamnya anjlok. Disinilah anda bisa memanfaatkan profit yang lebih maksimal.
Cara membaca saham2 yang naik, dan strategi mencari saham2 yang diskon yang akan naik, bisa anda dapatkan strategi2nya disini: Analisis Teknikal untuk Profit Maksimal.
Bandingkan dengan saham2 lapis dua atau tiga, di mana banyak saham2 tersebut yang harganya nggak balik naik setelah turun drastis. Baca juga: Ciri-ciri Saham yang Ditinggal Bandar.
- Saham blue chip risikonya kecil, dan return lebih stabil
Walaupun kenaikan saham blue chip mungkin tidak secepat beberapa saham2 non blue chip, tetapi risiko saham blue chip juga kecil (kita jarang menemukan saham blue chip yang tiba2 turun puluhan persen sehari).
Sehingga untuk anda yang memang punya profil toleransi risiko yang rendah, anda bisa mengincar saham2 blue chip buat trading.
Lagian, kalau anda menemukan saham blue chip yang berhasil rebound / naik 2-3% sehari, kenaikan sekian sebenarnya sudah sangat tinggi.
Jadi, saham blue chip bagus buat investasi maupun trading saham. Justru saham blue chip ini bisa memberikan profit yang lebih stabil. Semua tergantung dari tujuan anda masing2, apakah anda prefer ke trading atau ke investasi?
Anda bisa baca-baca pos saya sebelumnya mengenai saham blue chip disini: Saham Blue Chip vs Saham Non Blue Chip dan Apa itu Saham Blue Chip?
Saya sering mendengar para pebisnis saham yang mengatakan bahwa saham blue chip itu bagus untuk investasi karena harga sahamnya terus naik dalam jangka panjang, dan dividennya juga besar.
| Saham blue chip UNVR - Tren sahamnya selama 10 tahun |
Dulu saya juga punya pikiran yang sama. Tapi setelah mempraktikan analisa2 trading, saya bisa menyimpulkan bahwa saham blue chip adalah saham yang bagus dan cocok untuk trading, bukan hanya investasi.
Memang harus saya akui, kenaikan saham2 blue chip dalam jangka pendek tidak terlalu tinggi. Jadi katakanlah saat itu market lagi bagus2nya. Seringkali terjadi saham2 blue chip seperti BBRI, ASII naiknya "cuma" 4-5% waktu itu, namun banyak saham lain yang bisa naik diatas 7%.
Itu artinya, kalau kita buat perbandingan antara saham2 blue chip dan saham2 non blue chip, kenaikan saham blue chip tergolong lebih lama.
Tapi sekali lagi ingatlah, bukan berarti saham2 blue chip tidak cocok buat trading hanya karena kenaikannya tidak secepat beberapa saham lainnya.
Apalagi saham blue chip ini biasanya memiliki pola naik / rebound yang lebih smooth. Misalnya saham ASII hari ini "hanya" naik 1%. Namun kenaikan saham2 blue chip ini lebih bertahan lama dan stabil.
Sedangkan banyak saham yang hari ini naiknya bisa sampai 10%, tapi besoknya langsung turun drastis.
Sehingga, anda tetap bisa mendapatkan return yang maksimal. Saham2 blue chip untuk trading juga memiliki beberapa kelebihan:
- Saham blue chip bisa rebound cepat setelah turun tajam
Saham blue chip merupakan saham yang banyak ditradingkan, maka dari itu, saham2 blue chip umumnya lebih mudah rebound alias "recovery" setelah sahamnya anjlok. Disinilah anda bisa memanfaatkan profit yang lebih maksimal.
Cara membaca saham2 yang naik, dan strategi mencari saham2 yang diskon yang akan naik, bisa anda dapatkan strategi2nya disini: Analisis Teknikal untuk Profit Maksimal.
Bandingkan dengan saham2 lapis dua atau tiga, di mana banyak saham2 tersebut yang harganya nggak balik naik setelah turun drastis. Baca juga: Ciri-ciri Saham yang Ditinggal Bandar.
- Saham blue chip risikonya kecil, dan return lebih stabil
Walaupun kenaikan saham blue chip mungkin tidak secepat beberapa saham2 non blue chip, tetapi risiko saham blue chip juga kecil (kita jarang menemukan saham blue chip yang tiba2 turun puluhan persen sehari).
Sehingga untuk anda yang memang punya profil toleransi risiko yang rendah, anda bisa mengincar saham2 blue chip buat trading.
Lagian, kalau anda menemukan saham blue chip yang berhasil rebound / naik 2-3% sehari, kenaikan sekian sebenarnya sudah sangat tinggi.
Jadi, saham blue chip bagus buat investasi maupun trading saham. Justru saham blue chip ini bisa memberikan profit yang lebih stabil. Semua tergantung dari tujuan anda masing2, apakah anda prefer ke trading atau ke investasi?
Di pasar saham kita, saham bisa dibagi menjadi tiga level yaitu saham lapis satu alias blue chip, saham lapis dua dan saham lapis tiga. Tentu saja saham blue chip adalah saham yang levelnya paling tinggi.
Saham blue chip adalah saham yang paling banyak ditransaksikan, dan juga punya likuiditas saham yang baik, serta termasuk dalam perusahaan yang mana (mature company). Sehingga, saya tidak jarang mendengar trader yang mengatakan bahwa kalau mau untung, kalau mau yang pasti2, beli aja saham blue chip.
Pertanyaannya: Benarkah kalau anda beli saham blue chip anda pasti untung?
Berdasarkan pengalaman saya, saham apapun yang anda beli, tidak menjamin anda pasti untung, sekalipun itu adalah salah blue chip.
Anda yang sering membaca tulisan2 di Saham Gain, anda mungkin protes: Di tulisan ini: Beli Saham Cepat Profit? Belilah Saham Blue Chip, bukannya Pak Heze sendiri yang mengatakan kalau saham blue chip adalah saham yang aman dan cenderung lebih cepat memberikan profit?
Memang saham2 blue chip adalah saham2 yang lebih mudah naik setelah turun. Selain itu, blue chip juga lebih minim risiko. Di saham blue chip anda juga tidak akan temukan saham yang tiba2 turun 10% hanya dalam hitungan menit.
Tapi sekali lagi, beli saham blue chip tidak menjamin anda pasti untung. Lagian di pos tersebut, saya juga menuliskan poin-poin tambahan, bahwa kalau anda mau untung di saham blue chip, anda harus melihat momentum yang pas, dan melakukan analisa teknikal yang lebih komprehensif. Dan sebenarnya ini juga berlaku di saham2 lain (non blue chip).
Jika anda membeli saham blue chip tapi anda tidak memahami momentum trading yang baik. Jika anda beli saham chip tapi anda tidak tahu cara screening saham. Jika anda beli saham blue chip saat harga sahamnya sudah sangat tinggi misalnya, maka bukan tidak mungkin saham anda justru nyangkut.
Itu artinya, supaya anda bisa untung dari saham2 blue chip (dan saham2 lainnya juga), anda harus melakukan analisis teknikal, screening saham, dan pahami momentum yang tepat. Baca juga: Cara Memilih Saham Bagus untuk Trading.
Apabila tujuan anda adalah trading, jangan hanya membeli saham cuma karena saham tersebut brandnya bagus, dikenal, dan banyak yang membeli.
Itu boleh saja. Tetapi anda perlu melakukan analisa2 dan riset lebih lanjut, untuk memutuskan apakah saham tersebut layak dibeli secara analisis teknikal atau anda masih harus wait and see.
Walaupun saham2 blue chip kalau kita tarik tren jangka yang sangat panjang diatas 3 tahun, trennya selalu naik, namun tidak bijaksana jika saham anda nyangkut berlama-lama karena anda beli saham, hanya karena ada 'stigma' kata-kata 'saham blue chip'.
Contoh konkritnya?? Ada banyak. Saya kasih satu contoh saja yaitu saham blue chip BBRI. BBRI setelah stock split kedua kalinya, harganya 'balik' jadi 2.900-3.000. Saat itu BBRI ramai2 diakumulasi karena harganya sangat murah.
Tidak butuh waktu lama untuk menaikkan saham BBRI dari 2.900 sampai 3.920. Tetapi disini juga banyak sekali trader yang nggak sempat beli sahamnya. Nah, karena ada stigma bahwa BBRI adalah saham blue chip, sehingga nanggung kalau nggak dibeli.
Ada stigma2 bahwa BBRI sahamnya bagus, maka akhirnya mayoritas trader yang belum sempat beli ini, langsung membeli BBRI begitu saja. Padahal ketika itu mayoritas blue chip sudah naik tinggi. Demikian juga dengan IHSG yang sudah mulai banyak sentimen2 negatif setelah naik drastis. Perhatikan grafik BBRI dibawah ini:
Di harga yang sudah melambung tinggi dan mulai membentuk double top di 3.900 (tanda persegi), banyak sekali trader yang beli di harga tersebut. Tidak lama kemudian BBRI langsung turun dalam beberapa bulan, sampai dibawah 3.000.
Saat itu banyak trader yang bertanya apakah BBRI bisa balik lagi diatas 3.900? Sampai kapan BBRI turun? Dan sebagainya.
Walaupun akhirnya BBRI bisa balik juga sampai diatas 3.950, karena saham ini adalah saham blue chip yang notabene selalu dikoleksi, namun BBRI butuh waktu setahun lebih untuk balik diatas 3.900.
Apa pelajaran yang anda ambil dari sini? Dari sini kita semua bisa menyimpulkan bahwa beli saham blue chip tidak berarti anda pasti untung. Memang dalam jangka lebih panjang, saham2 blue chip akan uptrend, seperti BBRI ini contohnya.
Tetapi jika tujuan anda adalah trading, dan saham anda nyangkut lama hanya karena anda tidak melakukan analisis sebelum membeli, maka hal tersebut tidaklah benar, dan tidak saya sarankan.
Dari contoh BBRI diatas, kalau trader tidak terburu-buru membeli hanya karena stigma blue chip ini tadi, maka harusnya anda bisa mendapatkan BBRI di harga lebih murah (bahkan lebih dari sekali), dan menjual di harga tinggi.
Jadi sebenarnya pertanyaan: Apakah beli saham blue chip pasti untung? Itu sama dengan kalau anda bertanya: Apakah trading saham itu pasti untung?
Jawabannya tidak kalau anda tidak memahami analisis2 dan momentum untuk trading. Karena saat anda berada dalam posisi tidak mengerti dan hanya asal membeli, maka itu sama saja dengan gambling. Anda tahu bahwa gambling dalam hal apapun tidak mungkin bisa memberikan keuntungan yang konsisten.
Meskipun dengan melakukan analisa yang benar, saham anda mungkin bisa turun beberapa poin setelah anda beli, tapi faktanya jika anda membeli saham yang benar dan analisa yang tepat, anda cuma perlu menunggu sedikit waktu saja untuk bisa untung.
Sehingga, anda tidak terjebak melulu membeli saham2 tanpa arah yang jelas. Saya pernah menuliskannya disini: Saham Turun: Pilih Hold atau Cut Loss?
Berdasarkan pengalaman saya, saham apapun yang anda beli, tidak menjamin anda pasti untung, sekalipun itu adalah salah blue chip.
Anda yang sering membaca tulisan2 di Saham Gain, anda mungkin protes: Di tulisan ini: Beli Saham Cepat Profit? Belilah Saham Blue Chip, bukannya Pak Heze sendiri yang mengatakan kalau saham blue chip adalah saham yang aman dan cenderung lebih cepat memberikan profit?
Memang saham2 blue chip adalah saham2 yang lebih mudah naik setelah turun. Selain itu, blue chip juga lebih minim risiko. Di saham blue chip anda juga tidak akan temukan saham yang tiba2 turun 10% hanya dalam hitungan menit.
Tapi sekali lagi, beli saham blue chip tidak menjamin anda pasti untung. Lagian di pos tersebut, saya juga menuliskan poin-poin tambahan, bahwa kalau anda mau untung di saham blue chip, anda harus melihat momentum yang pas, dan melakukan analisa teknikal yang lebih komprehensif. Dan sebenarnya ini juga berlaku di saham2 lain (non blue chip).
Jika anda membeli saham blue chip tapi anda tidak memahami momentum trading yang baik. Jika anda beli saham chip tapi anda tidak tahu cara screening saham. Jika anda beli saham blue chip saat harga sahamnya sudah sangat tinggi misalnya, maka bukan tidak mungkin saham anda justru nyangkut.
Itu artinya, supaya anda bisa untung dari saham2 blue chip (dan saham2 lainnya juga), anda harus melakukan analisis teknikal, screening saham, dan pahami momentum yang tepat. Baca juga: Cara Memilih Saham Bagus untuk Trading.
Apabila tujuan anda adalah trading, jangan hanya membeli saham cuma karena saham tersebut brandnya bagus, dikenal, dan banyak yang membeli.
Itu boleh saja. Tetapi anda perlu melakukan analisa2 dan riset lebih lanjut, untuk memutuskan apakah saham tersebut layak dibeli secara analisis teknikal atau anda masih harus wait and see.
Walaupun saham2 blue chip kalau kita tarik tren jangka yang sangat panjang diatas 3 tahun, trennya selalu naik, namun tidak bijaksana jika saham anda nyangkut berlama-lama karena anda beli saham, hanya karena ada 'stigma' kata-kata 'saham blue chip'.
Contoh konkritnya?? Ada banyak. Saya kasih satu contoh saja yaitu saham blue chip BBRI. BBRI setelah stock split kedua kalinya, harganya 'balik' jadi 2.900-3.000. Saat itu BBRI ramai2 diakumulasi karena harganya sangat murah.
Tidak butuh waktu lama untuk menaikkan saham BBRI dari 2.900 sampai 3.920. Tetapi disini juga banyak sekali trader yang nggak sempat beli sahamnya. Nah, karena ada stigma bahwa BBRI adalah saham blue chip, sehingga nanggung kalau nggak dibeli.
Ada stigma2 bahwa BBRI sahamnya bagus, maka akhirnya mayoritas trader yang belum sempat beli ini, langsung membeli BBRI begitu saja. Padahal ketika itu mayoritas blue chip sudah naik tinggi. Demikian juga dengan IHSG yang sudah mulai banyak sentimen2 negatif setelah naik drastis. Perhatikan grafik BBRI dibawah ini:
![]() |
| Analisis Harga Saham BBRI |
Saat itu banyak trader yang bertanya apakah BBRI bisa balik lagi diatas 3.900? Sampai kapan BBRI turun? Dan sebagainya.
Walaupun akhirnya BBRI bisa balik juga sampai diatas 3.950, karena saham ini adalah saham blue chip yang notabene selalu dikoleksi, namun BBRI butuh waktu setahun lebih untuk balik diatas 3.900.
Apa pelajaran yang anda ambil dari sini? Dari sini kita semua bisa menyimpulkan bahwa beli saham blue chip tidak berarti anda pasti untung. Memang dalam jangka lebih panjang, saham2 blue chip akan uptrend, seperti BBRI ini contohnya.
Tetapi jika tujuan anda adalah trading, dan saham anda nyangkut lama hanya karena anda tidak melakukan analisis sebelum membeli, maka hal tersebut tidaklah benar, dan tidak saya sarankan.
Dari contoh BBRI diatas, kalau trader tidak terburu-buru membeli hanya karena stigma blue chip ini tadi, maka harusnya anda bisa mendapatkan BBRI di harga lebih murah (bahkan lebih dari sekali), dan menjual di harga tinggi.
Jadi sebenarnya pertanyaan: Apakah beli saham blue chip pasti untung? Itu sama dengan kalau anda bertanya: Apakah trading saham itu pasti untung?
Jawabannya tidak kalau anda tidak memahami analisis2 dan momentum untuk trading. Karena saat anda berada dalam posisi tidak mengerti dan hanya asal membeli, maka itu sama saja dengan gambling. Anda tahu bahwa gambling dalam hal apapun tidak mungkin bisa memberikan keuntungan yang konsisten.
Meskipun dengan melakukan analisa yang benar, saham anda mungkin bisa turun beberapa poin setelah anda beli, tapi faktanya jika anda membeli saham yang benar dan analisa yang tepat, anda cuma perlu menunggu sedikit waktu saja untuk bisa untung.
Sehingga, anda tidak terjebak melulu membeli saham2 tanpa arah yang jelas. Saya pernah menuliskannya disini: Saham Turun: Pilih Hold atau Cut Loss?
Langganan:
Postingan (Atom)



