Home / Saham Murah
Tampilkan postingan dengan label Saham Murah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham Murah. Tampilkan semua postingan
Membeli saham di harga murah artinya anda membeli saham pada saat harganya sedang turun alias diskon. Dalam istilah umum, diskon biasanya digunakan ketika anda membeli barang.
Misalnya anda pergi ke mall dan membeli kemeja seharga Rp150.000. Saat itu ada harga diskon 20%. Maka anda hanya perlu membayar/ membeli seharga Rp120.000. Dengan kata lain, adanya diskon membuat anda bisa membeli barang dengan harga yang lebih murah, daripada harga yang seharusnya.
Untuk bisa mendapatkan barang diskon, anda juga harus mengetahui momentum2 diskon yang biasanya diberikan oleh mall atau supermarket. Kalau anda tidak tahu momentum diskon yang tepat, maka anda tidak akan mendapatkan harga diskon.
Untuk bisa mendapatkan barang diskon, anda juga harus mengetahui momentum2 diskon yang biasanya diberikan oleh mall atau supermarket. Kalau anda tidak tahu momentum diskon yang tepat, maka anda tidak akan mendapatkan harga diskon.
Dalam bisnis saham, prinsip saham murah / saham diskon ini juga berlaku. Saham murah akan cenderung banyak dibeli trader. Tapi di satu sisi, untuk mengetahui suatu saham sudah diskon atau belum anda harus menganalisanya terlebih dahulu, baik menganalisa momentum, analisis teknikal / fundamental, dan tipe saham tersebut.
Bagaimana cara mengetahui saham sudah murah atau masih mahal? Ada dua cara memilih saham murah yaitu:
Bagaimana cara mengetahui saham sudah murah atau masih mahal? Ada dua cara memilih saham murah yaitu:
1. Analisis Teknikal - Membeli Saham Diskon & Buy on Weakness
Mengetahui saham murah bisa dilakukan dengan analisis teknikal, yaitu dengan membeli saham saat harganya turun / membeli saham saat harganya sudah mencapai titik support.
Pelajari juga full praktik memilih saham murah secara analisis teknikal, dan tipe-tipe saham diskon yang bagus untuk trading disini: Cara Menemukan Saham Diskon dan Murah.
Pelajari juga full praktik memilih saham murah secara analisis teknikal, dan tipe-tipe saham diskon yang bagus untuk trading disini: Cara Menemukan Saham Diskon dan Murah.
Ada banyak indikator, support-resisten dan analisa tren untuk membaca saham yang murah. Salah satunya menggunakan analisis Moving Average (MA). Contohnya seperti analisis grafik saham PWON berikut:
Menggunakan indikator MA200, dan analisa support manual, secara teknikal saham PWON diatas sudah bisa dikategorikan sebagai saham diskon, karena PWON sudah koreksi dan bertahan diatas MA200 di support-nya (tanda lingkaran kedua).
Support pertama (lingkaran pertama), PWON juga mengalami koreksi dan mantul dari MA200. Pola tersebut terulang lagi, sehingga kemungkinan besar PWON akan rebound setelah menyentuh dan bertahan diatas MA200.
Tetapi jika market sedang turun drastis, hal ini bisa saja mempengaruhi teknikal PWON (karena PWON biasanya cenderung mengikuti pergerakan IHSG). Kalau PWON jebol dari MA200
Tetapi ada support yang tetap harus diwaspadai, yaitu support 620 (tanda persegi). Jika PWON turun lagi entah karena IHSG-nya tiba2 turun drastis / sekedar koreksi, maka titik 620 bisa menjadi titik akumulasi. Jadi harga diskon PWON ada di harga MA200, dan support 620.
Itulah salah satu analisis memilih saham murah dengan analisa teknikal. Masih ada analisis2 teknikal lain untuk buy on weakness /memilih saham diskon.
Tips-tips buy on weakness lainnya, dan indikator, momentum yang akurat untuk mencari saham murah, bisa anda baca di pos yang pernah saya tuliskan disini: Buy on Weakness Saham: Strategi Trading yang Aman dan Full Praktik Menemukan Saham Diskon.
Baca juga: Konsep Trading Saham: Beli Saat Mau Naik, Jual Saat Mau Turun.
2. Analisis Fundamental - Valuasi saham (undervalue)
Saham murah bisa anda lihat dengan analisis fundamental, yaitu melihat saham-saham yang sudah undervalue. Analisa sederhana untuk menilai saham2 undervalue bisa anda hitung melalui Price Earning Ratio (PER) atau Price to Book Value (PBV).
Semakin kecil nilai PER atau PBV, maka semakin murah saham tersebut secara fundamental. Tapi harus diingat bukan berarti saham yang PER atau PBV-nya kecil, saham tersebut pasti layak dibeli dan pasti akan naik.
Ada beberapa strategi agar anda bisa mendapatkan saham diskon yang bagus secara fundamental. Anda bisa membaca analisa-analisa yang saya tulis di web Saham Gain ini untuk membaca saham2 undervalue di pos-pos berikut ini:
Cara Mengetahui Saham yang Undervalue (Valuasi Saham)
Saham Undervalue: Mencari Saham Undervalue Terkini
Jadi ada dua cara memilih saham murah: Metode analisis teknikal (grafik, momentum, tipe saham, likuiditas) dan analisis fundamental (valuasi saham, kinerja dan likuiditas saham).
Mencari tipe saham yang bagus untuk trading / investasi sangat diperlukan juga. Hal ini karena tidak semua tipe saham yang kelihatannya diskon, adalah saham yang sudah murah dan pergerakannya bagus.
Semua metode diatas tersebut bagus. Anda hanya perlu menyesuaikan dengan strategi dan time frame anda masing2. Kalau anda seorang investor atau positioning trader, valuasi saham ini sangat perlu. Kalau anda trader jangka pendek, anda bisa mencari saham diskon menggunakan analisis teknikal.
Menggunakan indikator MA200, dan analisa support manual, secara teknikal saham PWON diatas sudah bisa dikategorikan sebagai saham diskon, karena PWON sudah koreksi dan bertahan diatas MA200 di support-nya (tanda lingkaran kedua).
Support pertama (lingkaran pertama), PWON juga mengalami koreksi dan mantul dari MA200. Pola tersebut terulang lagi, sehingga kemungkinan besar PWON akan rebound setelah menyentuh dan bertahan diatas MA200.
Tetapi jika market sedang turun drastis, hal ini bisa saja mempengaruhi teknikal PWON (karena PWON biasanya cenderung mengikuti pergerakan IHSG). Kalau PWON jebol dari MA200
Tetapi ada support yang tetap harus diwaspadai, yaitu support 620 (tanda persegi). Jika PWON turun lagi entah karena IHSG-nya tiba2 turun drastis / sekedar koreksi, maka titik 620 bisa menjadi titik akumulasi. Jadi harga diskon PWON ada di harga MA200, dan support 620.
Itulah salah satu analisis memilih saham murah dengan analisa teknikal. Masih ada analisis2 teknikal lain untuk buy on weakness /memilih saham diskon.
Tips-tips buy on weakness lainnya, dan indikator, momentum yang akurat untuk mencari saham murah, bisa anda baca di pos yang pernah saya tuliskan disini: Buy on Weakness Saham: Strategi Trading yang Aman dan Full Praktik Menemukan Saham Diskon.
Baca juga: Konsep Trading Saham: Beli Saat Mau Naik, Jual Saat Mau Turun.
2. Analisis Fundamental - Valuasi saham (undervalue)
Saham murah bisa anda lihat dengan analisis fundamental, yaitu melihat saham-saham yang sudah undervalue. Analisa sederhana untuk menilai saham2 undervalue bisa anda hitung melalui Price Earning Ratio (PER) atau Price to Book Value (PBV).
Semakin kecil nilai PER atau PBV, maka semakin murah saham tersebut secara fundamental. Tapi harus diingat bukan berarti saham yang PER atau PBV-nya kecil, saham tersebut pasti layak dibeli dan pasti akan naik.
Ada beberapa strategi agar anda bisa mendapatkan saham diskon yang bagus secara fundamental. Anda bisa membaca analisa-analisa yang saya tulis di web Saham Gain ini untuk membaca saham2 undervalue di pos-pos berikut ini:
Cara Mengetahui Saham yang Undervalue (Valuasi Saham)
Saham Undervalue: Mencari Saham Undervalue Terkini
Jadi ada dua cara memilih saham murah: Metode analisis teknikal (grafik, momentum, tipe saham, likuiditas) dan analisis fundamental (valuasi saham, kinerja dan likuiditas saham).
Mencari tipe saham yang bagus untuk trading / investasi sangat diperlukan juga. Hal ini karena tidak semua tipe saham yang kelihatannya diskon, adalah saham yang sudah murah dan pergerakannya bagus.
Semua metode diatas tersebut bagus. Anda hanya perlu menyesuaikan dengan strategi dan time frame anda masing2. Kalau anda seorang investor atau positioning trader, valuasi saham ini sangat perlu. Kalau anda trader jangka pendek, anda bisa mencari saham diskon menggunakan analisis teknikal.
Saya pernah mendapatkan pertanyaan dari seorang rekan trader saham melalui email suksesbelajarsaham@gmail.com. Pertanyaannya cukup menarik sebagai berikut:
"Pak Heze saya sering menemukan saham-saham yang harganya sudah turun, sudah murah tapi kok harganya malah turun terus. Kira-kira apa penyebabnya?"
Yup, saat lagi analisa grafik, anda dan saya pasti sering menemukan saham downtrend, tapi besok2nya masih downtrend terus. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Ada lima penyebab mengapa saham yang harganya sudah (tampak) murah, tapi sahamnya masih turun terus, yaitu:
1. Trader belum paham dengan arti 'saham murah'
Sebenarnya banyak saham yang harganya sudah kelihatan murah secara kasat mata, tapi sebenarnya saham tersebut belum murah / diskon secara analisa teknikal.
Harga saham yang turun, katakanlah dari 9.000 ke 8.500, belum tentu saham tersebut sudah diskon, dan layak untuk dibeli. Untuk melihat dan menganalisa saham2 yang diskon secara analisis teknikal, saya pernah menuliskan praktik2nya disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah.
Jadi anda akan praktik bagaimana melihat dan menentukan saham yang sudah diskon secara analisa teknikal, dan saham yang masih belum diskon walaupun harganya sudah terlihat turun.
Strategi mencari saham-saham murah ini dinamakan dengan BOTTOM FISHING. Saya pernah menuliskan analisanya disini: Analisis dan Strategi Bottom Fishing Saham.
2. Sahamnya tidak likuid
Saham yang tidak likuid harganya sangat rentan untuk turun dan tidak kembali ke harga awal. Hal ini karena saham yang tidak likuid lebih banyak dipermainkan oleh bandar, danv sedikit peminatnya.
Sehingga ketika sewaktu-waktu bandar sudah 'meninggalkan' sahamnya, harganya saham yang turun ini, bisa terus jatuh dan stagnan di harga bottom tanpa ada yang menaikkan lagi. Baca juga: Ciri-ciri Saham yang Ditinggal Bandar.
3. Perusahaan memiliki fundamental yang jelek
Harga saham akan kembali ke faktor fundamentalnya. Inilah mengapa perusahaan2 yang fundamentalnya buruk, harga sahamnya umumnya akan terus turun. Dan perlu anda ketahui, bahwa perusahaan dengan kinerja jelek, sahamnya biasanya juga nggak likuid (poin pertama), dan sangat mudah digoreng oleh bandar dengan mengangkat isu, rumor2 tertentu
![]() |
| Saham AISA - Satu contoh saham fundamental jelek, dan sahamnya turun terus, walaupun sudah terlihat 'murah' |
Sehingga, saham2 yang fundamentalnya jelek plus nggak likuid, tidak akan diminati oleh trader dan investor. Inilah yang membuat saham2 jelek walaupun sudah kelihatan murah / turun, namun sahamnya masih terus jatuh.
4. Kondisi market lagi strong bearish
Saham yang sudah murah, bisa turun lagi bisa jadi bukan dikarenakan sahamnya sedang jelek, namun karena market lagi strong bearish. Ketika IHSG sedang strong bearish, mayoritas saham yang harganya turun, bisa turun lebih dalam lagi.
Tapi kalau anda mau menunggu momentum yang baik, dan memilih saham2 yang mudah rebound, maka saham murah saat IHSG strong bearish ini justru bisa menjadi ladang profit besar untuk anda.
Itulah mengapa untuk anda yang merupakan seorang intraday trader / trader harian, anda perlu melihat momentum juga sebelum trading. Yup, soal momentum trading untuk jangka pendek ini dan cara memilih saham bagus untuk trading harian, saya bahas lengkap analisa2nya disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham.
5. Saham sedang ada sentimen negatif
Sentimen / berita negatif terhadap suatu saham, yang bisa berdampak pada fundamentalnya, juga dapat mempengaruhi saham tersebut.
Contoh konkritnya, anda bisa lihat saham2 batu bara atau CPO yang pernah turun berkepanjangan, karena harga2 komoditas yang lagi lesu-lesunya.
Itulah alasan banyak saham CPO dan batu bara yang walaupun harganya sudah turun, dalam jangka menengah sahamnya masih downtrend terus.
Jadi kalau anda bertanya kenapa saham yang murah masih bisa turun lagi, maka jawabannya bisa dikarenakan tiga faktor utama:
Pertama, trader belum bisa memahami arti dan cara mencari saham murah. Kedua, memang saham tersebut kinerjanya jelek dan tidak likuid. Ketiga, karena sentimen market saat itu lagi jelek.
Jadi tipsnya, untuk anda yang mau mencari saham murah, jangan mencari saham yang tidak likuid atau kinerjanya jelek. Namun, carilah saham2 yang likuid dan mudah rebound setelah sahamnya koreksi.
Di pos ini: Modal untuk Trading Saham, Berapa Besar? Saya pernah menuliskan bahwa untuk trading saham, ada baiknya anda menunggu modal anda Rp1-2 juta. Agar anda bisa memiliki PILIHAN SAHAM yang lebih bagus dan layak untuk trading.
Saya sering mendapat pertanyaan dari rekan2 trader yang memiliki modal kecil untuk tradin, tentang saham2 bagus apa saja yang harganya murah. Sebenarnya saham murah itu sangat relatif.
Kalau modal anda katakanlah Rp200 juta, maka saham yang harganya diatas Rp5.000 pun mungkin akan terasa murah untuk anda. Maka dari itu, saya akan memberikan beberapa tips pada anda untuk mencari saham2 murah yang bagus yang bisa anda beli dengan modal Rp1 juta.
Berhubung jumlah saham di BEI itu jumlahnya sangat banyak, maka agar anda bisa mencari daftar saham bagus yang harganya murah (bisa anda beli dengan modal Rp1 juta), anda bisa mengacu pada indeks LQ45.
Kenapa LQ45? Karena saham2 LQ45 adalah saham2 yang paling likuid yang ditradingkan di pasar saham kita.
Dari saham2 LQ45, anda bisa pilih saham2 yang harganya berada di bawah Rp4.000. Saham2 yang harganya dibawah Rp4.000 adalah kriteria saham yang dapat saya katakan murah, karena anda bisa membeli saham tersebut dengan modal minimal Rp1 juta.
Saham bagus yang harganya murah bukan berarti adalah saham2 yang harganya Rp60, Rp70 atau Rp100 di Bursa Efek yang rata2 pergerakannya tidak likuid, dan hal ini berpotensi membuat porto saham anda menjadi kacau, jadi tidak saya sarankan untuk anda.
Sebagai ilustrasi, anda bisa perhatikan rincian trading saham dengan saham2 yang harganya dibawah Rp4.000 dengan modal Rp1 juta:
| Beli saham bagus harga murah |
Pada tabel diatas, bisa anda lihat bahwa kalau anda beli saham yang harganya 3.800, anda sudah bisa beli 1-2 lot (sudh ditambah fee beli, saya asumsikan fee beli adalah 0,17%). Dan seterusnya semakin murah saham, otomatis anda bisa membeli dengan jumlah yang lebih banyak.
Hanya memang kalau anda beli saham yang harganya 3.000-an, anda mungkin agak sulit melakukan diversifikasi saham bagi anda yang modalnya Masih Rp1 jutaan. Maka, kalau anda merasa harga 3.000-an masih terlalu mahal karena modal anda kecil, anda bisa cari saham2 yang harganya dibawah itu.
Misalnya, anda cari saham2 yang harganya dibawah Rp3.000 atau dibawah Rp2.000 untuk diversifikasi. Dengan modal Rp1 juta, anda memang hanya bisa beli beberapa lot saja. Pada ilustrasi tabel diatas, anda bisa lihat bahwa anda hanya bisa beli beberapa lot saham saja.
Dan semakin anda melakukan diverifikasi saham, jumlah lot yang bisa anda beli semakin sedikit. Tapi itu tidak masalah, karena anda yang masih pemula, anda saya sarankan untuk banyak belajar.
Itu artinya, jauh lebih baik anda beli saham sesedikit mungkin, agar anda belajar step by step untuk mengelola risiko trading, dan mempelajari analisa teknikal. Nanti kalau anda sudah lebih siap, barulah anda bisa menambah modal trading.
Untuk mencari saham apa yang bagus, anda juga perlu melakukan screening saham, agar anda bisa mengetahui momentum2 trading yang lebih tepat. Jangan asal membeli saham dengan harga murah, tapi momentumnya tidak tepat.
Selain itu, saham2 murah yang bagus tidak hanya saham2 LQ45. Maka, anda perlu memilah saham dengan benar, agar anda bisa menemukan daftar saham2 yang harganya murah (dibawah 2.000) untuk trading. Baca juga: Panduan Menemukan Saham Bagus.
Tips kedua dari saya, anda hendaknya jangan terpengaruh dengan saham2 yang baru IPO di Bursa. Memang mayoritas saham2 yang baru IPO memiliki harga yang murah dibawah 1.000. Tetapi pergerakan saham2 yang baru IPO ini cukup 'liar', sehingga kalau anda memang benar2 mau mentradingkannya, tunggulah pergerakan sahamnya mulai 'dingin'.
Itulah tips-tips mencari saham yang harganya murah untuk anda yang punya modal kecil. Di pos ini, memang saya sengaja tidak memberikan daftar secara spesifik saham2 apa yang harganya dibawah Rp1.000 misalnya, karena harga saham terus berubah.
Sehingga, yang perlu anda lakukan adalah anda harus bisa mencari sendiri saham2 tersebut, dan menyesuaikan dengan kebutuhan trading anda.
Langganan:
Postingan (Atom)


